Tuesday, 26 March 2013

MENGUKUHKAN JAGOI BABANG SEBAGAI BAGIAN NKRI MELALUI PENINGKATAN KOMUNIKASI DAN ARUS INFORMASI



Siapa tak kenal Indonesia. Negara dengan julukan zamrud khatulistiwa ini merupakan salah satu negara terkaya di dunia akan kebudayaan dan hasil alam. Tercatat pada tahun 2010, masyarakat Indonesia terdiri atas 1.128 suku bangsa [lihat http://www.jpnn.com/berita.detail-57455] dan memiliki 742 bahasa daerah [lihat http://nasional.kompas.com/read/2008/08/11/21544654/169.bahasa.daerah.terancam.punah] yang tersebar dari Sabang hingga Merauke. Selain itu, Indonesia juga memiliki potensi alam yang sangat luar biasa, seperti karet, rotan, jati, dan hasil tambang. Indonesia yang beriklim tropis juga menjadi salah satu keuntungan tersendiri karena banyak aneka ragam flora dan fauna yang mampu bertahan dalam iklim tersebut sehingga menambah pesona Indonesia sebagai negara dengan aset alam yang sangat besar di dunia.
Hal tersebut tak pelak mengundang keinginan para negara tetangga untuk mencicip sebagian kekayaan Indonesia sebagai sarana mereka meraup keuntungan dengan berbagai cara, mulai dari mengklaim sebagai hak milik hingga mengambil secara diam-diam. Ini merupakan ancaman besar bagi bangsa Indonesia mengingat kondisi Indonesia yang sangat luas dan berbatasan dengan sepuluh negara seperti Malaysia, Singapura, Australia, Timor Leste, Filipina, Thailand, Vietnam, India, Papua Nugini, dan Palau. Wilayah perbatasan menjadi wilayah yang sangat riskan bagi negara karena di wilayah tersebut Indonesia harus mampu mempertahankan kekayaan miliknya agar tidak dieksploitasi oleh negara tetangga.


Salah satu wilayah Indonesia yang berbatasan langsung dengan negara lain adalah Desa Jagoi Babang yang terletak di Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat. Desa Jagoi Babang berbatasan langsung dengan Negara Bagian Serawak, Malaysia Timur di sebelah utara. Secara geografis, Desa Jagoi Babang terletak pada garis lintang 1°15’16”LU - 1°30’00”LU dan garis bujur pada 109°34’35”BT - 109°59’27”BT. Desa Jagoi Babang merupakan kecamatan terluas di Kabupaten Bengkayang yaitu sebesar 655.000 km2 atau sekitar 12.14% dari luas Kabupaten Bengkayang. Meskipun merupakan kecamatan terluas, namun tingkat kepadatan penduduk di wilayah ini termasuk yang terendah di Kabupaten Bengkayang, yakni 11 jiwa/km2 atau sebanyak 6.940 jiwa[lihat elib.pdii.lipi.go.id/katalog/index.php/searchkatalog/.../11_00822.pdf]. Rendahnya tingkat kepadatan penduduk ini menyebabkan rendah pula keberagaman penduduk. Hal ini berpengaruh pada sumber daya manusia yang dimiliki oleh Jagoi Babang. Salah satu modal penting dalam pembangunan adalah penduduk karena penduduk merupakan obyek sekaligus sebagai subyek dalam pembangunan itu sendiri. Penduduk sebagai subyek berarti penduduk yang ada menjadi pelaku pembangunan yang akan dilaksanakan, sedangkan penduduk sebagai obyek berarti penduduk merupakan tujuan dari pembangunan itu, yaitu membangun manusia yang ada.
Tingkat pendidikan di Jagoi Babang masih sangat rendah. Sebagian besar masyarakat berpendidikan tidak lebih dari tingkat sekolah menengah pertama (SMP). Kurangnya kesadaran para warga akan arti penting pendidikan menjadi salah satu penyebab kurang berkembangnya pendidikan di Jagoi Babang. Padahal, sarana pendidikan yang ada di Jagoi Babang cukup memadai. Tercatat pada tahun 2008, di Jagoi Babang terdapat 15 SD, dua SMP, dan satu SMA. Kurangnya keinginan dari para warga untuk menempuh pendidikan lebih tinggi dikarenakan terdapat kasus bahwa orang yang berpendidikan tinggi sulit mendapatkan pekerjaan sehingga pada akhirnya mereka akan kembali pada kegiatan sehari-hari mereka, yaitu berladang.
Menyikapi masalah tersebut, hal utama yang dapat dilakukan adalah membuka pintu komunikasi antara warga Jagoi Babang dengan warga daerah lain di Indonesia yang lebih maju sehingga dapat membuka wawasan mereka akan dunia kerja yang lebih luas. Hal ini tentunya akan memberikan dampak positif bagi perkembangan pendidikan di Jagoi Babang sehingga anggapan bahwa pendidikan merupakan hal yang tidak penting dapat berubah. Membuka pintu komunikasi dapat dilakukan pemberian surat kabar daerah bagi warga karena surat kabar merupakan sarana komunikasi yang paling murah dan ringan. Surat kabar dapat diperoleh ketika ada warga yang pergi ke kota, kemudian saat kembali ke Jagoi Babang ia dapat memberikan suatu informasi bagi para warga terkait dengan apa yang tertulis dalam surat kabar tersebut.  
Peningkatan sarana pendidikan merupakan unsur yang sangat penting bagi warga Jagoi Babang karena hal tersebut menjadi salah satu tonggak kekuatan bagi warga yang tinggal di wilayah perbatasan. Sebagai salah satu wilayah terluar Indonesia yang berbatasan langsung dengan Malaysia, iming-iming untuk menjadi Warga Negara Malaysia tentu tidak jarang. Namun, fenomena perpindahan status kewarganegaraan tersebut tidak terjadi di Jagoi Babang [lihat http://www.equator-news.com/utama/pindah-warga-negara-tak-terjadi-di-jagoi-babang]. Hal ini tentu menjadi kebanggaan tersendiri bagi bangsa Indonesia, dimana iming-iming akan kehidupan yang nyaman di negara tetangga tidak digubris oleh karena keinginan kuat warga Jagoi Babang untuk menjadi bagian dari Negara Kesatua Republik Indonesia.
Keadaan ini harus diperkuat dengan adanya pengetahuan mengenai kondisi negara untuk mempertahankan hal tersebut. Keinginan kuat untuk menjadi bagian dari Negara Kesatuan Republik Indonesia harus disertai dengan pengetahuan akan negara yang dibela. Jika tidak, maka keinginan tersebut hanya merupakan tong kosong berbunyi nyaring. Pengetahuan akan kondisi negara tersebut tidak hanya dapat diberikan melalui lembaga resmi seperti sekolah, namun juga dapat diberikan melalui penyuluhan bagi para warga agar mereka dapat memantapkan keputusan mereka untuk memilih menjadi warga negara Indonesia. Dengan adanya pengetahuan yang cukup, warga Jagoi Babang akan mampu untuk memberikan pernyataan yang menguatkan posisi mereka sebagai Warga Negara Indonesia. Kemampuan ini merupakan modal bagi warga Jagoi Babang yang tinggal di perbatasan negara dan jauh dari pusat pemerintahan Indonesia agar tidak mudah terprovokasi akan iming-iming kehidupan di negeri tetangga.
            Kurangnya sarana transportasi dan komunikasi menjadi salah satu penghambat terhubungnya warga desa Jagoi Babang dengan dunia luar. Hingga akhir tahun 2006, hanya terdapat satu unit warung telekomunikasi yang ada di Jagoi Babang [lihat http://kalbar.bps.go.id/Bengkayang/file/product/kcda/kcdapdf/jagoi/Bab_7Transportasi&Komunikasi.pdf]. Selain itu, pelanggan telepon di Jagoi Babang masih belum ada sama sekali. Komunikasi dan transportasi merupakan sarana yang sangat penting, terlebih bagi daerah perbatasan karena dengan adanya komunikasi warga dapat berhubungan dengan warga dari daerah lain. Daerah perbatasan merupakan daerah yang sangat rawan karena mudah mendapatkan tekanan dari negara tetangga. Jika arus transportasi dan komunikasi ke daerah lain di negara sendiri terhambat, maka mau tidak mau warga akan menggunakan akses yang lebih mudah yaitu menuju daerah di negara tetangga. Hal ini menjadi salah satu alasan pentingnya sarana transportasi dan komunikasi di wilayah Jagoi Babang.
Untuk menangani keterbatasan sarana informasi di daerah terpencil, Kementerian Komunikasi dan Informasi telah melaksanakan program Desa Informasi agar semua desa di Indonesia dapat dengan mudah mengakses setiap informasi [lihat http://bengkayangs.wordpress.com/2010/06/25/jagoi-babang-ditunjuk-sebagai-desa-informasi/]. Jagoi Babang merupakan salah satu daerah yang dipilih sebagai tempat pelaksanaan Desa Informasi, yakni desa yang memiliki akses informasi baik berupa internet, telepon, radio, saluran televisi, dan menjadi desa percontohan bagi desa lain di daerah perbatasan. Pelaksanaan program ini tentunya harus disertai dengan pembekalan bagi para warga dalam menggunakan berbagai macam alat komunikasi modern tersebut. Pembekalan tersebut berupa pengenalan beberapa alat komunikasi yang akan digunakan dan cara mengoperasikannya. Ini merupakan suatu program yang penting untuk dilaksanakan karena kebutuhan akan informasi dan komunikasi sangatlah penting, lagi-lagi karena daerah Jagoi Babang merupakan daerah perbatasan Indonesia yang berpotensi untuk mendapatkan tekanan dari Malaysia.
Meskipun telah terdapat keinginan kuat untuk menjadi bagian dari NKRI, namun membekali diri dengan pengetahuan akan kondisi negara merupakan hal yang sangat penting. Dengan memiliki pengetahuan yang cukup akan kondisi Indonesia, warga Jagoi Babang akan mampu memperkuat posisi yang telah kuat tersebut. Oleh karena itu, pendidikan akan pengetahuan mengenai bangsa dan negara menjadi hal yang sangat penting untuk dilakukan di Desa Jagoi Babang. Peningkatan pengetahuan bagi para warga Jagoi Babang yang didukung dengan sarana komunikasi memadai akan mampu mengukuhkan posisi Indonesia di mata negara lain sebagai suatu negara yang memiliki rasa persatuan kuat. Ini akan menghindarkan Indonesia dari segala bentuk klaim oleh negara lain akan segala hal yang memang milik Indonesia.

No comments:

Post a Comment